
BSIP Kaltim sukses benihkan Inpari 43 GSR di Serambi IKN.
BSIP Kalimantan Timur mengikuti panen benih inpari 43 GSR di kelompok tani penangkar Sipatuo Kecamatan Waru, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU)
Panen yang diikuti oleh Kasubag TU BSIP, Kepala Dinas Pertanian Kab.PPU, Camat Ke.Waru beserta jajaran, serta penyuluh pertanian baik PPL daerah dan penyuluh BSIP, dilakukan dilahan seluas lebih kurang 4 ha.
Inpari 43 Agritan Green Super Rice (GSR) merupakan Varietas Unggul yang dikembangkan oleh Badan Standardisasi Instrumen Pertanian (dulu dikenal dengan Badan Litbang Pertanian). Varietas ini resmi di perkenalkan oleh Kementerian Pertanian Tahun 2016 dengan SK Mentri Pertanian: 369/Kpts/TP.010/6/2016 Tanggal 10 Juni 2016.
Untuk di Kalimantan Timur, varietas ini dikembangkan oleh Tim BSIP Kaltim sejak 2024 dan cukup adaptif sehingga benih ini cukup diterima oleh masyarakat petani tidak hanya di Kalimantan Timur tapi juga cukup populer di kalimantan utara.
Hal itu dikarenakan varietas ini termasuk varietas yang cepat panen dengan masa tanam 111 hari, peforma tanaman pendek sekitar 88 Cm, dengan daun bendera panjang dan tegak, serta malai tersembunyi, membuat Inpari 43 GSR aman dari serangan hama burung, tahan dari serangan hawar daun dan blas.Hasil rata-rara 6,96 ton/ha GKG dengan potensi 9,02 t/ha GKG
Dan salah satu wilayah yang mendapat benuh inpari 43 GSR diseminasi dari BSIP Kaltim, adalah kec.Waru. Sukses pengembangan varietas ini di waru ditandai dengan panen perdana yang mengawali MT.I Kab.PPU.
Panen padi dilakukan menggunakan alat mesin pertanian combine harvester, berdasarkan hasil ubinan akan menghasilkan 12 ton benih sebar yang diprediksi dapat memenuhi kebutuhan benih MT.II untuk luasan 400 ha, di Kab.PPU